ulasberita.com, SUKABUMI – Terjadinya Luapan air irigasi Ci Utara hingga sebabkan Banjir dan longsor pada rumah dan lahan pertanian membuat reaksi Beberapa Pihak. Selain saling lempar tanggung Jawab adanya ekses dari kegiatan dengan Nilai anggaran Milyaran ini, kini menyisakan tanya besar. Siapa yang harus bertanggung jawab.
Usai Kepala bidang SDA Kab. Sukabumi meninjau lokasi kegiatan dan banjir kini Perwakilan Pelaksana Kegiatan Pt. Adi Karya turun ke lokasi tepatnya di Kp. Bojonglarang Desa Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda Kab. Sukabumi Jawa Barat, Pada Rabu 08/04/2026.
Penanggung Jawab kegiatan Pt. Adi Karya, Azis, Dirinya berdalih. Kami Hanya melaksanakan kegiatan Pekerjaan Saja. Saat berada di lokasi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Semua sudah kami lakukan sesuai Teknis dan mekanisme adapun Kejadian seperti ini ( Banjir dan Longsor ) kami Enggan Di salahkan”, Tuturnya
Lanjut Azis, Sesuai dengan Gambar kegiatan ini kami laksanakan bahkan sesuai petunjuk dan arahan.
” Adapun air meluap hingga berdampak longsor dan banjir itu bukan bagian dari kami, sekarang begini saja kita cari solusinya bersama supaya kondisi hujan dengan intensitas tinggi bisa di kendalikan dengan cara kita buka beberapa titik untuk pembuangan. Kita agenda kan nanti senin untuk segera kita tentukan titik mana saja yang harus kita buka agar sampai di talang kontrol ini air tidak besar kembali”. Beber Azis
Peminpin Redaksi ulasberita.com, Asep S ( Achong Bahar ) yang mendampingi saat meninjau lokasi menyampaikan.
” Sudah saya sampaikan ke beberapa pihak terkait agar kegiatan ini benar benar di kawal dan di pertimbangkan akan dampak negatifnya, hari ini kita saksikan bersama bagaimana derasnya air yang mengaliri sepanjang irigasi ini sangat riskan dan beresiko, Beda cerita jika di titik akhir ini ( Bak Kontrol dan kuras ) Sudah normal atau laiak di gunakan”, paparnya
Masih Achong Bahar, alasan kenapa suara saya tinggi karena bisa kita lihat ini hasilnya, Rumah warga banjir dan lahan pertanian longsor.
” Segerakan Normalisasi dan Sediakan Bak Kontrol atau Kuras dengan laiak fungsi di titi akhir nya, Kami tidak ingin kejadian kembali berulang. Kasihan masyarakat dong menjadi korban, seharusnya menikmati manfaat bukan mudarat”. Cetus nya
Penulis : (Red*)














