Normalisasi Irigasi Ciutara Memakan Korban, Banjir dan longsor Menimpa Kebun dan Rumah Warga

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ulasberita.com, SUKABUMI – Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah BBWS Citarum (Inpres Tahap III) yang dikerjakan oleh BUMN PT Brantas Abipraya dan PT Adhi Karya (Persero) kembali menuai sorotan. Pasalnya beberapa kebun dan rumah warga rusak di sebabkan aliran air irigasi tidak laiak fungsi.

‎Dari pantauan tim ulaberita.com di lokasi Di ketahui pembuangan akhir irigasi tepatnya di kp. Bojong larang rt 01/08 Desa bojongkokosan kec. Parungkuda kab. Sukabumi Jawa barat tidak berpungsi dengan baik. hal ini di sebabkan karena titik akhir pembuangan tidak laiak di gunakan. Pada Senin 06/04/2026.

‎Dari informasi di ketahui sumber anggaran sebagai berikut :

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Pagu Anggaran: Rp 28.298.543.000-Sumber Dana: APBN TA 2025-Metode Pengadaan: Penunjukan Langsung-Pelaksana: PT Brantas Abipraya (Persero)-Durasi: 3 November 2025 – 31 Desember 2025 (58 hari)

‎Proyek ini mencakup tiga wilayah: Kabupaten Sukabumi, Purwakarta, dan Bandung Barat.Di Kabupaten Sukabumi, lokasi pekerjaan tersebar di-Kecamatan Cicurug, Desa Cisaat, Desa Caringin,Desa Nyankowek ,Desa Mekasari. Lingkup pekerjaan meliputi-bendung, bangunan sadap, saluran irigasi, hingga pekerjaan pintu air.

‎Peminpin redaksi ulasberita.com, Asep sopandi menyampaikan kritiknya usai meninjau langsung lokasi dan kondisi di lapangan. Bersama kepala bidang SDA Kab. Sukabumi

‎” Sangat di Sayangkan Paket Program Dengan anggaran besar ini masih menjadi polemik di lapangan, Dari catatan saya pekerjaan Normalisasi ini sangat jauh dengan hasilnya” Ungkap achong

‎Selain infrastruktur kami juga menemukan adanya beberapa hal janggal dalam kegiatan ini

‎” Jaringan irigasi sepanjang  di mulai dari pintu bendung ci curug hingga kp. Bojonglarang hanya menggunakan 2 pembuangan atau sadap ( titik pertama di warungceuri Desa pondokasolandeuh dan  Kedua di kp. Bojonglarang Bojongkokosan) Sementara debit air tidak terkontrol seberapa besarnya. Sudah kami dokumentasikan bagaimana meluapnya air saat hujan (video, potho). Artinya Secara teknis Normalisasi ini butuh kajian ulang agar aliran irigasi ini benar benar bisa di rasakan manfaat nya baik oleh warga maupun petani”. Paparnya

‎Masih Achong Bahar, Terbukti dari kejadian kemarin kami menerima laporan adanya beberapa kebun dan rumah warga masyarakat yang terdampak karena limpahan air tidak tertata melalui saluranya.

‎” Ini hal yang sering kami sampaikan sebagai kritik kepada pelaksana dan penanggung jawab kegiatan, baik itu kontraktor maupun dinas terkait. Antisipasi terhadap kejadian diluar kemampuan itu harus di pikirkan, artinya adanya kajian tentang dampak sebelum pekerjaan harusnya menjadi catatan dan prioritas. Buktinya saling lempar tanggung jawab akan terjadi setelah adanya korban dari kegiatan ini, terkahir saya minta hal kongkrit langkah cepat untuk penanganan kejadian ini”. Pungkasnya

‎Kepala bidang SDA Kab. Sukabumi,  Yadi saat meninjau langsung lokasi menyampaikan

‎”Hari ini kami akan mengambil langkah kongkret usai meninjau lokasi, pertama kita Akan berkoordinasi dengan pihak adikarya serta  BBWS dalam hal pelaksana kegiatan, kemudian kita sampaikan juga pada pimpinan agar segera di realisasikan apa yang sudah kami catat dan telaah hari ini. Langkah  Kedua  untuk menyegerakan perbaikan dan penataan jaringan irigasi ini, adapun dampak dari meluapnya air hingga  berdampak pada rusaknya lahan warga di tambah dari informasi  adanya rumah warga yang kebanjiran, ini adalah bentuk kelalayan dalam pelaksanaan pekerjaan, hasil infeksi hari ini akan menjadi catatan kami untuk segera kami sampaikan kepada pimpinan, semoga saja laporan ini segera di realisasikan secepatnya oleh pimpinan”. Ucapnya

Baca Juga:  Masyarakat Sambut Antusias Gerakan Pasar Murah Di Alun-Alun Palabuanratu

Penulis : (Red*)

Berita Terkait

Bahas konvergensi stunting di tingkat desa, Wabup Terima KPM Di Pendopo
PESAN WABUP DALAM HUT KE 14 KODIM 0622 KAB SUKABUMI, TETAP SOLID DEMI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ‎
Bupati Buka Jambore IGORNAS: Guru olah raga adalah Ujungtombak Atlet Berprestasi
BUPATI BERSAMA DANREM 061/SURYA KENCANA RESMIKAN JEMBATAN GARUDA,  BUPATI : INFRASTRUKTUR ADALAH PROGRAM PRIORITAS
Wabup Minta Insan Pers Tetap Menjalankan Fungsi Kontrol Sosial Secara Kritis, Objektif dan Profesional
Pesan Asjap, jadikan Sekber Sagaranten wadah Kerukunan umat dan Tempat Sosial kemasyarakatan
Enggan Di Salahkan, Pelaksana kerja Berdalih Kami Bekerja Sesuai Mekanisme dan Teknis
Bupati Ajak Faskes Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 17:22 WIB

Bahas konvergensi stunting di tingkat desa, Wabup Terima KPM Di Pendopo

Jumat, 10 April 2026 - 20:19 WIB

PESAN WABUP DALAM HUT KE 14 KODIM 0622 KAB SUKABUMI, TETAP SOLID DEMI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ‎

Jumat, 10 April 2026 - 20:07 WIB

Bupati Buka Jambore IGORNAS: Guru olah raga adalah Ujungtombak Atlet Berprestasi

Kamis, 9 April 2026 - 21:50 WIB

BUPATI BERSAMA DANREM 061/SURYA KENCANA RESMIKAN JEMBATAN GARUDA,  BUPATI : INFRASTRUKTUR ADALAH PROGRAM PRIORITAS

Kamis, 9 April 2026 - 19:42 WIB

Wabup Minta Insan Pers Tetap Menjalankan Fungsi Kontrol Sosial Secara Kritis, Objektif dan Profesional

Berita Terbaru